Bagian-Bagian Kamera

Pengertian Kamera. Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama ini didapat dari camera obscura, Bahasa Latin untuk “ruang gelap”, mekanisme awal untuk memproyeksikan tampilan di mana suatu ruangan berfungsi seperti cara kerja kamera fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada waktu itu untuk mencatat tampilan gambarnya selain secara manual mengikuti jejaknya.

Anatomi Kamera. Anatomi Kamera minimal terdiri atas :

  • Badan
  • Lensa

Badan

Badan adalah bagian yang sama sekali kedap cahaya. Di dalam bagian ini cahaya yang sudah difokuskan oleh lensa akan diatur agar tepat membakar film. Untuk kamera tujuan seni fotografi, biasanya ditambahkan beberapa tombol pengatur, antara lain:

  • Pengatur ISO/ASA Film
  • Pentaprisma, berfungsi untuk membalikkan sinar gambar yang masuk agar dapat dilihat pada view finder.
  • Cermin Pantul, berfungsi untuk memantulkan sinar gambar yang masuk ke penta prisma.
  • Tirai Rana, berfungsi sebagai tirai yang dapat terbuka, untuk melewatka sinar gambar yang telah ditentukan agar dapat membakar film.
  • Shutter Speed
  • Aperture (Bukaan Diafragma)

Bagian luar (outside) body, meliputi :

  • Jendela Bidik (Viewfinder), berfungsi untuk melihat obyek yang akan difoto.
  • Tombol Pelepas Rana (Shutter Release Button), berfungsi sebagai pembuka tirai rana.
  • Pengatur Kecepatan Rana (Shutter Speed Dial), berfungsi untuk mengatur waktu kecepatan rana yang akan terbuka ketika membakar film. Speed ini mempunyai nilai perdetik; semisal angka menunjukkan 60, berarti lama rana akan terbuka selama 1/60 detik. Untuk speed B, rana akan membuka selama kita menekan shutter release. Angka speed biasanya : 1, 2, 4, 8, 15, 30, 60, 125, 250, 500, 1000, 2000.
  • Pengatur ASA/ISO, berfungsi untuk menyesuaikan ASA film yang akan kita gunakan. Pada jenis kamera otomatis, biasanya pengaturan langsung disesuaikan.
  • Light Meter ( Pengukur Pencahayaan), berfungsi untuk menyesuaikan pencahayaan yang akan kita gunakan. Biasanya tipe kamera yang berbeda mempunyai model pengukuran yang berbeda, namun sama tujuannya yaitu menemukan pencahayaan yang tepat.
  • Tombol Pelepas Film (Film Advance Lever), berfungsi untuk melepas kunci film sebelum digulung. Dan hanya terdapat pada kamera-kamera manual.
  • Pemutar Film (Film Rewinder), berfungsi untuk memutar film apabila film habis terpakai.
  • Hotshoe, sebagai dudukan flash atau lampu kilat yang terdapat di punggung kamera.
  • Depth-of-field-preview (Tombol Ruang Tajam), bagian ini menahan selaput diafragma kebawah seiring ketika kita mengatur diafragma, sehingga anda dapat menaksir ruang tajam. Wlaupun hal ini tidak terlalu penting, hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak sepenuhnya harus kita lupakan.
  • Soket Kabel Sinkro, sebuah fasilitas berbentuk lubang untuk menghubungkan flash ketika dibutuhkan flash tambahan.
  • Self Timer, berfungsi sebagai pengatur waktu otomatis tanpa menekan tombol shutter release untuk menghindari goncangan kamera. Berfungsi juga ketika anda ingin menyertakan diri ketika foto bersama/kelompok.
  • Multi-Expose/Double Expose, berfungsi untuk menggandakan beberapa pemotretan dalam satu frame.

Jika diperlukan bisa pula ditambah peralatan :

  • Blitz (atau lebih umum diebut flash)
  • Tripod
  • Lightmeter

Lensa

Berbentuk silinder dan ditempatkan di depan badan kamera. Lensa akan memfokuskan cahaya sehingga dihasilkan bayangan sesuai ukuran film. Lensa dikelompokkan sesuai panjang focal lenght (jarak antara kedua lensa). Focal lenght mempengaruhi besar komposisi gambar yang mampu dihasilkan. Dalam masyarakat umum, lebih dikenal dengan istilah zoom. Untuk kamera SLR, lensa dilengkapi dengan diafragma yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk sesuai keinginan fotografer.

Pembagian Kamera Berdasarkan Kategorinya

Secara umum kamera yang beredar dikategorikan menjadi dua jenis kamera :

  • Kamera Analog
  • Kamera Digital

KAMERA ANALOG

Kategori kamera analog terdapat tiga jenis yaitu :

Kamera Film Celluloid

Kamera ini menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan developer. Film yang digunakan dibedakan atas beberapa jenis yaitu:

Berdasarkan Ukuran Film :

  • Small Format (35 mm)
  • Medium Format (100-120 mm)
  • Large Format

Angka di atas berarti ukuran diameter film yang digunakan. Setiap jenis ukuran film haru menggunakan kamera yang berbeda pula.

Berdasarkan Bahan Film dan Kesensitifannya :

  • Film Hitam Putih
  • Film Warna
  • Film Positif
  • Film Negatif
  • Film Daylight
  • Film Tungsten
  • Film Infra Red (sensitif terhadap panas yang dipantulkan permukaan objek)

Kamera Instan Paper System (Polaroid)

Sering disebut juga dengan kamera instant, sebagan meyebut dengan istilah umum “FOTO LANGSUNG JADI”, sebab gambar langsung dihasilkan tanpa perlu melewati proses cuci film ataupun cetak foto. Berkerja dengan prinsip yang hampir mirip dengan kamera film, namun mediumnya berupa kertas foto instan.

Kamera Lubang Jarum

Merupakan teknologi kuno yang disederhanakan. Bila zaman dahulu obscura berupa kereta yang sangat besar, kamera lubang jarum menggunakan kaleng susu atau kotak kayu yang diberi lubang sebesar lubang jarum pada titik tengahnya untuk meneruskan cahaya ke dalam ruang gelap yang akan ditangkap oleh kertas foto yang sudah dimodifikasi.

KAMERA DIGITAL

Adalah kamera yang paling banyak digunakan saat ini, kerena teknologi digital memberikan kemudahan dan kepraktisan serta lebih efisien daripada kamera analog. Kamera digital menggunakan medium piranti keras sebagai media penyimpanannya.

Media Penyimpanan pada kamera digital :

  1. Hard Drive (Hardisk)
  2. Compact Flash (CF)
  3. Secure Digital (SD) dan Micro SD
  4. Multi Media Card (MMC) dan Mini MMC
  5. X-memory
  6. MS (SonyMultimedia), dan lain-lain

Adapun kapasitas dari media penyimpanan tersebut bermacam-macam, mulai dari 256 Mega Bytes (256Mb) sampai dengan 16 Giga Bytes (16Gb) dengan perbandingan 1 Giga Bytes = 1000 Mega Bytes.

Pixel
Pengertian pixel menurut istilah adalah kemampuan kamera digital dalam menghasilkan kualitas gambar.

Pembagian Kamera Berdasarkan Teknologi View Finder :

Kamera TLR (Twin Lens Reflect).

Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya. Namun tetap ada kesalahan (paralaks) yang ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama.

Kamera SLR (Single Lens Reflect)

Pada kamera SLR, cahaya yang masuk ke dalam kamera dibelokkan ke mata fotografer sehingga fotografer mendapatkan bayangan yang identik dengan yang akan terbentuk. Saat fotografer memencet shutter speed, cahaya akan dibelokkan kembali ke medium (atau film).

(dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: